Selasa, 27 September 2011

KOTAK LISTRIK #03


KOTAK LISTRIK #03 merupakan program musik elektronik reguler tahunan yang digagas oleh Hellobreakfast dan Hysteria sejak tahun 2009. dalam penyelenggaraan kali ini Hysteria bekerjasama dengan DEwan kesenian Semarang mengadakan acara ini di Taman KB Jl. Mentri Supeno Semarang. yang membuat beda kali ini adalah acara ini dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun Hysteria yang jatuh pada minggu pertama bulan September.
ulang tahun hysteria yang ketujuh ini Hysteria menggandeng teman-teman lama mereka untuk unjuk gigi. selain acara performance art, instalasi, dan musik Hysteria akan menggelar orasi budaya yang diwakilkan pada saudara Adin. kami menganggap penting bahwa publik harus tahu sebenarnya Hysteria itu lembaga semacam apa dan di usia yang ketujuh ini apa yangmenjadi mimpi kami selama tida henti berkontribusi terhadap perkembangan seni dan budaya di Semarang.
silakan datang, selain karena gratis acara ini terselenggara karena dedikasi kami dalam memajukan perkembangan gerakan anak muda di Semarang dan persemaian gagasan kritis dan kreatif dikota lunpia ini.

DIRGAHAYU!

Rabu, 21 September 2011

FORUM SASTRA BULANAN DEKASE


PETIK PUITIKA#2

Senin, 26 September 2011
pukul 19.00--22.00
di pendopo Taman Budaya Raden Saleh

menampilkan penyair
1. Zulfa Fahmy( Unnes)
2. Wahyu Naga Sukma ( Unnisula )

dengan Guri Ridola ( Undip) sebagai pembahasnya

dimeriahkan oleh:

Finalmotsimphony
The Kitche
Devikaa

kotaklistrik #3 dan HUT HYSTERIA ke 7


kaming suuuuuuuuuun ulang tahun hysteria di taman KB mentri supeno bersama Biscotti (ITaly) dll 30 sept 2011

Selasa, 20 September 2011

dari ketjilbergerak



Malam minggu adalah saat yang dinanti bagi sebagian besar orang, karena malam minggu katanya ialah malam yang panjang. Ada yang meluangkan waktu untuk keluarga, teman, kerabat dekat, bahkan dengan pacar. Nongkrong dan bergurau nonton film bareng atau pergi ke karaoke keluarga sekadar untuk merelaksasi penat setelah seminggu berkegiatan penuh. Namun, apa jadinya jika sekelompok anak muda berkumpul dan membuat sebuah acara bersama dengan tujuan untuk menambah wacana kita terhadap hal yang selama ini kita pertahankan?


Sabtu 17 september kemarin menjadi hari yang sangat bergairah bagi Semarang. Pada hari itu begitu banyak acara dan kegiatan anak muda yang dilaksanakan di berbagai tempat di Semarang, seperti konser musik yang diadakan di SMA N 1, launching buku Sandra Palupi di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), dan pameran photo di Grobak a[r]t Kos (GAK) Hysteria. Pameran yang diadakan di jalan Stonen 29 Bendan Ngisor Sampangan tersebut diprakarsai oleh ketjilbergerak bekerjasama dengan Hysteria. Ketjilbergerak sendiri merupakan sebuah komunitas photografi dari Jogja yang digawangi oleh Grek dan Invani. Tak hanya para photografer dari Jogja, ketjil bergerak juga mengajak photografer lain dari berbagai kota seperti Jakarta, Solo, Klaten, dan Semarang. Pameran photografi tersebut bertajuk “mental historie” yang mengangkat keagamaan sebagai tema.

Awalnya sebuah sentir dinyalakan saat menjelang magrib, lalu mulai berdatangan penikmat seni photografi untuk melihat apa yang ketjil bergerak tawarkan pada mereka. Acara dibuka oleh Purna cipta nugraha sebagai host acara, kemudian mulai diramaikan oleh team cheers dari SMK Theresiana Semarang. Usai team cheers beraksi, galeri GAK dibuka oleh Adin sebagai tuan rumah pameran, lalu berduyun-duyun para penikmat seni memasuki galeri dan melihat photo yang dipamerkan. Disela-sela pameran, para penikmat seni juga dihibur dengan sajian musik elektronik dari elektrokid, Equinox, dan Buyung Mentari yang menyuguhkan performance art.

Apa yang menarik dari agama, saat kita mengupas sedikit demi sedikit ? Pastilah banyak opini dari berbagai persepsi akan muncul, namun bagaimana jika semuahal tersebut dijadikan satu dalam sebuah pameran? Jika dulu jaman pertengahan agama merupakan pusat kekuasaan yang mengatur hajat hidup orang banyak melalui kerajaan, bagaimana dengan sekarang? Kiranya hal tersebut masih bisa kita cari tahu untuk porsi pribadi. Agama bukanlah hal yang harus selalu diperdebatkan, karena bagaimanapun kita adalah manusia yang selalu ingin bagian dari dirinya menjadi utama agar dipandang orang. Semua pertanyaan diatas seperti dijawab oleh Grek, dia berpendapat bahwa agama adalah apa yang kalian ketahui dalam hidup dengan segala ritualnya. Bahwa jangan sebuah agama yang membuat kita terpecah belah dan terkotak-kotakkan, namun kita bisa saling menguatkan dan saling mengisi karena perbedaan tersebut.


Saat menghadiri acara pameran mental historie kemarin, Eko Tunas beropini bahwa apa yang dilakukan anak muda jaman sekarang seperti memiliki mahzab baru dalam lingkup kesenian. Beliau lalu menajamkan lagi dengan mengatakan “Ini adalah sebuah pergerakan yang kecil namun memiliki ekses besar nantiya, bahwa bukan membahas persoalan estetis, teoritis, tekhnis melainkan lebih mengangkat wacana sesuai konteks dan kematangan konsep. Saya sangat tertarik dengan apa yang sudah kalian lakukan”, ungkap beliau sambil mengambil sebungkus kretek dari tasnya. Hal senada diutarakan oleh Ari Jabo, pelukis kawakan di Semarang. Pak Ari Jabo berpendapat ,” Apa yang anak muda lakukan sekarang telah melebihi apa yang sudah kami lakukan dulu. Semua terasa serba cepat matang, entah itu pengaruh dari budaya instant yang sedang marak di Indonesia atau tidak.”


Pertunjukkan musik kamar empat menjadi penutup acara pembukaan pameran malam itu. Berbeda dengan acara-acara sebelumnya, acara yang diadakan di GAK kali ini cukup spektakuler. Indikasi tersebut saya peroleh dari salah seorang anak Hysteria, “Ini kali pertama Hysteria kedatangan tetangga deket mas.” celetuknya sambil tersenyum. Para tetangga dekat Hysteria juga memberikan kesan kalau apa yang Hysteria lakukan sedikit banyak sudah cukup bagus dalam mengenalkan wilayah Stonen, Sampangan. “ya kami harap kedepan di sini bisa terus ada acara yang mendidik dan bisa menjadi inspirasi bagi warga sekitar mas”, ungkap pak Eko, salah satu warga Stonen. (OPENG Hysteria)

LOmba BAca Puisi


LOmba BAca Puisi yang diadakan oleh Teater Cabang Unisbank deh :)

Screening A.M


LAGI LAGI.....Screening A_M muncul di bulan September dengan tema....


SLASHER(slit your throat) EDITION

pemutaran akan diadakan di Grobak a(r)t kos Jl. Stonen / 29 Bendan Ngisor, Semaran. Daftar pembunuhannya adalah sebagai berikut....

13 GAME OF DEATH
16 September 2011, jam 19.00
Pusit adalah pekerja kantoran menjalani hidup yang buruk. Kehilangan pekerjaan dan dalam kondisi dililit oleh hutang dalam jumlah besar. Semua berubah saat ia menerima sebuah telpon misterius yang menawarkan sebuah penawaran menarik,hadiah 10 juta Bath jika dapat menyelesaikan 13 tantangan. Pusit pun setuju dan permainan pun dimulai.

TEXAS CHAINSAW MASSACRE
22 September 2011, jam 19.00
Tahun 1969. Konflik di Vietnam sudah meluas, Dean Hill (Taylor handley), 18 tahun, bersama adik laki-lakinya, Eric (Matthew Bomer) beserta pacar mereka masing-masing, Bailey (Diora Baird) dan Chrissie (Jordana Brewster) menyusuri Texas dengan penuh suka cita dan berakhir dengan kengerian. Saat Chrissie menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh keluarga Hewitt terhadap orang-orang yang ia mencintai, Chrissie sadar bahwa ia harapan satu-satunya agar dapat bertahan hidup

FRIDAY THE 13th
29 September 2011, jam 19.00

Layar Tanjap by KAramba


Telegram adalah film yang ingin mengungkap, “kehidupan khayal Daku (tokoh utama) di mana Rosa, perempuan muda yang cantik tampil sebagai kekasih yang amat mencintainya. Namun keindahan dunia khayal yang dimilikinya selalu pudar oleh kehadiran Sinta, anak angkatnya yang selalu menyadarkan dirinya pada kenyataan hidup yang sesungguhnya…..” Putu Wijaya, penulis novel yang di bantu sutradara Selamet Rahardjo, sekaligus sering membuat film ini terkenal mengajukan problem-problem psikologis dalam novelnya. Problem-problem psikologis ini bagi banyak orang sering kemudian disebut ‘absurd’. Absurditas karya-karya sastra Putu Wijaya ini mengemuka manakala kita membaca beberapa karyanya. Dalam banyak prosanya itu, Putu Wijaya biasanya banyak memerikan pergulatan pikiran sang tokoh utama. Film ini juga tidak berusaha membedakan apa yang disebut ‘kenyataan’ dan ‘pikiran’ dalam novel. Seluruh peristiwa dibawa sebagai ‘kenyataan sesungguhnya’. Maka pertanyaan-pertanyaan kritis tentang nilai, tentang tradisi, tentang diri-sendiri yang banyak sekali terdapat dalam novel ‘dimanifestasikan’ dalam scene riil. Apa konsekuensinya? Semua orang tahu, tentu sangat tidak mudah menyalin pertanyaan-pertanyaan kritis filosofis ke dalam medium gambar. Film yang memiliki konvensi bentuk yang berbeda dengan sastra mensyaratkan ‘adaptasi’ atas ini. Selamat Menonton, dan jangan lupa ajak kawan, pacar atau selingkuhan, GRATIS ! semuanya boleh ikut. hehehe CP : 085 641 323 613 (sufan sueb)

program ini diinisaisi oleh KAramba Art Movement dengan dukungan Hysteria